UNAIR Blogging Competition

Web
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts
0

Cerpen "Meteor Lyrds mengenang kisah kepergianmu"

Malam yang cerah . Saat aku merasa bahwa aku akan secerah antares yang bersinar di rasi scorpius , tepat di titik zenit dari posisi bumi yang kulihat saat itu juga.  Disinilah aku duduk sebagai egosentris alam semesta . Disinilah aku meluapkan kesepianku, yang sendiri, tak tau itu mauku atau aku memang ditakdirkan untuk selalu sendiri . Di kehidupan nyata aku selalu pesimis dan rentan iri dengan orang di sekelilingku. Tanpa sadar, ku dengar dering inbox dari handphone pembelian ayahku . “Ah,berisik !”, ku  raih handphone itu,  meskipun mata masih tertuju pada potret bintang berspektrum A yang bercahaya biru. Dengan terpaksa aku membaca pesan itu. Sekilas aku tersenyum, karena ku tahu itu pesan dari seorang  sahabat lascar teropong  yang lebih tua dua tahun dari aku dan ku kenal lewat jejaring social semenjak 2 tahun yang lalu. Ia bernama Dito, sering kupanggil Centaurus . Rumah kami saling  berjauhan , ia hidup di sebuah kota di jawa tengah , dan aku hidup di sudut desa, tepatnya di daerah Pasuruan.
Centaurus mengatakan bahwa malam itu dan empat hari berturut turut akan ada peristiwa meteor shower lyrids yang ,sangat indah menurutnya, akhirnya, ku posisikan mataku tertuju pada radian langit timur tepat di rasi lyra . Tak ada satupun meteor yang terlihat, padahal aku sudah memfokuskan mata untuk memburunya. Ya, memburu meteor lyrids. Tak ada cahaya yang bergerak , hanya ada bintang dan planet yang berevolusi menurut orbitnya.
 Keluh kesahku kuceritakan pada centaurus karna tak satupun meteor melintas di mataku. Dan aku bertanya ,“Apakah tak ada yang lebih indah dari peristiwa meteor shower ini ?” ,lewat pesan handhpone iya berkata “Lupakan sejenak meteor itu, dan perhatikan langit , ada miliyaran objek kosmos atau benda benda langit yang terang disana . Namun, hanya satu saja yang pantas menjadi yang terindah diantara miliyaran objek langit itu” . Aku mencari cari jawaban itu, sambil berbaring di bawah langit .
Esoknya aku berkata kepadanya “Yang kau maksud adalah bintang kan ? Bintang selalu menjadi yang terindah di malam hari menurut orang kebanyakan. Tanpa bintang, langit malam akan terasa kusam dan hampa.” Sembari memandangi potret langit untuk mencari meteor yang melintas ketiga kalinya aku menunggu pesan dari centaurus . Kemudian untuk yang ketiga kalinya pula centaurus membalas pesanku . “Kau salah , bintang memang indah namun tak selamanya indah, bintang dapat hancur lebur ketika ia tak mampu lagi melakukan reaksi fusi, ia dapat menjadi ancaman bahaya bagi alam semesta, dan cahayanya akan pudar ketika ia mengalami ledakan itu. Coba kau fokuskan lagi pikiranmu dan kau akan menemukan jawaban yang aku maksudkan ” .
Hari demi hari aku merasa heran dengan apa yang dimkasud centaurus. Apakah mungkin nebula? Ataukah Saturnus ? ya, aku mengira bahwa yang dimaksud centaurus adalah saturnus yang indah itu. Dan untuk yang kempat kalinya aku mengirim pesan kepadanya serta kuperjelas dengan alasan alasan yang logis. “Hei centaurus, apakah yang kau maksdukan itu saturnus? Saturnus memiliki cincin yang sangat indah dan unik berada diluar sabuk asteroid. Apakah kau masih akan menyalahkanku ?” . Lagi dan lagi kutunggu jawaban yang sebenernya ia maksudkan , semakin lama rasanya aku semakin kesal, Meteor Lyridspun tak juga melintas dimataku  . Ku dengar lagi dering dari handphone untuk kesekian kalianya. Centaurus menjawab “Tak sepenuhnya kau salah, namun bukan itu yang aku maksud . Saturnus memang indah karena memiliki cincin yang terdiri dari serbuk es. Telah ku katakan bahwa hanya satu yang pantas menjadi indah diantara yang terindah. Bukan bintang dan bukan Saturnus ”. Spontan aku membalas pesannya dengan emosi yang tak dapat ku kendalikan ,“LANTAS APA YANG KAU MAKSUD ITU ?” semenit berlalu ia membalas pesanku .’dia adalah KAU ! dirimu sendiri, kaulah yang pantas  menjadi seperti cahaya yang bersinar abadi di langit seperti kehadiranmu di dunia ,kau harus bisa menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang lain, serta menjadi cercahan orang yang bermanfaat sekaligus berguna bagi semua orang,namun, kau tak harus menjadi bintang yang indah dan cahayanya  hanya sesaat . Ia dapat meledak menjadi supernova, hancur lebur akibat reaksi fusi . Dalam artian kau tak boleh menjadi seorang yang memberontak ketika kau telah memiliki kelebihan itu. Karena itu hanya membuat citra dirimu semakin pudar.” Aku tertegun saat membaca pesan darinya dan aku merasa sangat termotivasi . Akhirnya aku mengetahui jawabannya. Dengan menatap langit, seakan akan aku berimajinasi, agar dapat menjadi seseorang yang menyinari dunia dengan kemampuan yang aku punya . Seperti yang centaurus katakana padaku. Kini aku tak merasa sendiri, hei, tiba tiba terdapat meteor lyrids yang melintas dilangit timur, aku melihatnya , aku melihatnya dan aku melihatnya. Akan ku katakan kepada centaurus bahwa aku telah melihat meteor itu . Namun, tiba tiba aku mendapat pesan bahwa sebenarnya centaurus telah meninggal sejak dua hari yang lalu. Aku terkejut dan nyaris tak percaya. Dan ternyata yang selama ini membalas pesan dariku adalah kakaknya , ia telah dipesankan sebelumnya oleh centaurus untuk mengirimkan pesan pesan itu untukku . Tak ada yang membritahuku. Kini kesedihan semakin menggurutu . Saat setelah ku lihat hujan meteor lyrids yang ia tunjukkan dan saat itu pula ia pergi meninggalkan ku dan  kehidupan nyata di muka bumi . lyrids menjadi sejarah terindah bagiku ketika aku duduk dilantai yang licin dan penuh bunga yang berduri,. lyrids mengenang kisah kepergianmu “kak Dito” 

RESENSI CERPEN “Cinta dan Kesunyian”



RESENSI CERPEN “Cinta dan Kesunyian”
(Diambil dari Kumpulan Cerpen Peraih Hadiah Nobel Sastra)

Judul Cerpen: Cinta adalah Kesunyian

Nama Pengarang: Gabriel Garcia Marquez

Penerbit: Pusaka Sastra LKiS Yogyakarta

Tebal Buku: 164 halaman

Cerpen yang diresensikan, halaman 75-83

Cetakan: ke-IV, Juli 2009

Penerjemah: Anton Kurnia


Latar Belakang Pengarang
Gabriel Garcia Marquez dilahirkan di Aracataca, Kolombia, 1928. Ia adalah peraih Hadiah Nobel Sastra 1982. Anak seorang operator telegraf itu penah belajar ilmu hokum di Universitas Nasiaonal Kolombia, namun tak selesai. Lalu ia bekerja sebagai wartawan dan kontributor untuk sejumlah kantor berita di beberapa negara Amerika Latin, Eropa dan New York. Di kemudian hari ia menjadi redaktor harian berpengaruh yang terbit di Bogota, El Espectador. Marquez dikenal dunia sebagai pengibar realisme magis dalam novel-novelnya, Al Coronet No Tiene Quien Ie Escriba – Tak Seorang Pun Menulis pada Seorang Kolonel (1961). Los Funerales General en Su Labrinto – Sang Jendral pada Labirinnya (1989). Ia juga menerbitkan sejumlah buku nonfiksi.

Sinopsis Cerpen
Florentino Ariza sebagai tokoh utama dalam cerpen ini menggambarkan seorang lelaki dewasa yang selalu melamunkan dan membayangkan pujaan hatinya. Fermina Daza, perempuan khayalannya itu tak banyak diceritakan dalam cerpen ini. Namun pengarang lebih menekankan inti cerita pada arti cinta dan kesunyian. Dalam perjalan Florentino Ariza, ia mendapatkan kejadian yang sangat tak terduga. Suatu cinta ia dapat dengan sekejap dengan seorang wanita yang tak ia kenal sedikit pun dan hilang begitu saja dalam kesunyian. Dengan bagaimana Florentino Ariza mendapatkan cinta sesaatnya itu? Coba luangkan ssdikit waktu untuk membaca cerpen peraih Nobel Sastra ini, mungkin akan menambah inspirasi karya sastra kita.

Analisis Unsur Instrinsik
Tema: Cinta dan Kesunyian

Setting: perjalanan di sungai dengan menggunakan kapal

Alur: maju dan mundur

Tokoh: Florenzino Ariza, Kapten Kapal, Duta Besar Inggris dan Wanita misterius

Perwatakan: Florenzio Ariza orang yang tenang dan tidak gegabah.

Kapten Kapal orang yang tegas dan melaksanakan tugasnya.

Duta Besar Inggris orang yang kurang arif dan semaunya.

Wanita misrerius orang yang misteri dan tak pernah memikir panjang.

Sudut Pandang: pengarang sebagai orang ketiga yang banyak tahu.

Amanat: “cinta dengan nafsu sesaat hanya membuat kenikmatan sesaat dan mengakibatkan keterburukan sendiri”


Analisis Unsur Ekstinsik
Nilai Moral : Cinta itu bukan nafsu sesaat kenikmatan dunia, hal seperti ini hanya membuat seseorang terjun dalam keterpurukannya, penyesalan dan kehilangan harga dirinya.

Nilai Sosial : Jabatan setinggi apapun sepatutnya tetap menghargai sesama dan makhluk hidup lainnya. Serta, alangkah baiknya seseorang berinteraksi telah saling mengenali satu-sama lain.

Nilai Budaya : Kebiasaa masa orang Eropa dengan sistem kenegaraannya. Dalam cerpen ini sangat menggambarkan suasana zaman peperangan di negara itu dan adat tunduk serta hormat pada seorang Duta Besar.

Keunggulan Cerpen
Dalam cerpen ini, pengarang menitikberatkan gambaran dan bahasa sastra lama, kebahasaan yang sangat dijiwai pengarang membuat para pembaca kagum. Dan membuat para pembaca lebih terinpirasi. Terutama pada diakhir-akhir alinea, mulai terlihat ciri pengarangyang menggambarkan cerita dapat berakhir dengan hal apapun, tak harus sedih atau pun senang.

Kelemahan Cerpen
Cerita ini memang menggambarkan abad dua puluhan yang kemungkinan besar banyak pembaca sulit membayangkan masa itu. Dan mungkin tak sedikit pembaca akan berhenti di lembar kedua, karena di masa kini sulit untuk memahami bacaan yang tinggi kebahasaannya.

Kesimpulan
Sebagai peresensi berdasarkan dari keunggulan dan kelemahan cerpen ini menilai bahwa cerpen ini baik untuk dipublikasikan karena akan menambah imajinasi pembaca dan mencoba untuk memotifasi menjadi penulis.
0

Pudarnya Pesona CLEOPATRA


 Pudarnya Pesona CLEOPATRA

Seorang anak yang mulanya dijodohkan oleh ibunya dan ibunya meminta agar anaknya menikahi gadis pilihan ibunya itu. Takut dikata tak membahagiakan ibunya dengan terpaksalah anaknya menuruti keinginan ibunya yang sudah lama itu. Ia menikahi seorang wanita yang baik, sabar, dan hafal qur;an, namu hanya saja ia tak pernah mencintainya sedikitpun tak pernah, yang ada di dalam hatinya hanyalah pesona wanita titisan Cleopatra yang dimana ada delapan gadis Mesir pasti yang cantik ada enam belas karena bayangannya juga ikut cantik. Hari terus berjalan seiringnya waktu namun rasa sayang dan cinta itu tak kunjung datang kepadanya. Hingga suatu saat ia mendengar cerita-cerita orang yang telah menikah dengan wanita Mesir mengalami kegagalan dan kepahitan serta kehancurnya, terlintaslah ia akan keberuntungannya tidak menikah dengan wanita Mesir danm seketika tunbuh cinta terhadap istrinya itu. Namun sayang saat ia ingin menemui istrinya di rumah ibunya ternyata istrinya yang sedang mengandung itu meninggal dunia akibat terpeleset di kamar mandi, sungguh sangat menyesal kala itu melihat semua kehidupannya, sungguh sangat menyedihkan kisah hidupnya. Itu merupakan penyesalan yang tak pernah terlupakan, ia ingin istrinya hidup kembali dan akan meminta maaf serta mencintai dan menyayangi dirinya seperti apa yang telah dilakukan istrinya terhadapnya dahulu yang selalu sabar, setia, patu dan selalu mengabdi kepadanya. Namun semuanya sia-sia istrinya telah tiada semua hilang begitu saja dan inilah akhir cerita dari novel “ PUDARNYA PESONA CLEOPATRA”
0

Sinopsis Cerpen Dua Malaikat





 Sinopsis Cerpen "Dua Malaikat" karya Lana Azkia




Cerpen karya Lana Azkia ini yang berjudul “ Dua Malaikat “, meceritakan dua orang anak lelaki Aman dan Johar. Dimana duaa bocah itu harus merasakan kerasnya hidup di kota ddan bagaimana susahnya mencari uang. Disini pengarang sangat sederhana menceritakan kehidupan mereka, mulai dari cara mereka menjajakan tissu untuk mendapatkan uang dan membelikan adik-adiknya sekantong es the manis. Kerja keras mereka untuk menjajakan tissue dengan ikhlas dan sabar. Sungguh sangat menyentuh hati apabila kita membacanya dan penuh sarat makna serta dapat dijadikan pelajaran sosial untuk kita pembacanya serta untuk memahami kata-kata yang terkandung didalmnya sangatlah mudah karna pengarang menyajikannya dengan sangat sederhana dan kita sebagai pembaca tidak bosan untuk membacanya.
Back to Top